Safir yang kukenal mulai rapuh. Tampak lubang-lubang kecil mulai membesar hingga menjadikannya remuk- hilang. Aku kembali bertanya. Kemana safir lainnya?
Merekakah para musafir yang haus akan kasih?
Bukan!
Merekakah para safir jalanan yang mengais sampah di jalanan?
Bukan!

Hening.
Hanya ada kilauan biru yang terbias dari sudut ruang.
Safirku.

9 Juni 2014

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!