Bungong Seulanga

Dulu. Aku selalu menciummu, Bunga Seulanga. Tapi, lihatlah bentuk tubuhmu sekarang, lihatlah likuk-likuk serta kulitmu yang sudah keriput. Mahkotamu juga sudah rontok. Kemana perginya? Yang kutahu, saat segerombolan lelaki berbadan tegap dan berkulit gelap mendekat padamu, mereka membawa mesin besar, dengan besi panjang seperti pipa yang terhubung. Seseorang dari mereka berkata "hidupkan" lelaki yang lain menarik besi itu dan keluarlah kabut hitam pekat menutupi segalanya. Setelah itu, aku tak pernah melihat mahkotamu, aku tak bisa lagi menciummu, Bunga Selanga. 281213

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!