Kahwa

Kahwa

I
Pagi yang celaka
Kutemukan secangkir gelas retak
Pada meja makan tak beralas
Air hitam itu terus mengalir dari celah rengkahan
Tercium aroma yang menyengat

II
Ia terus menyuruputi bibir gelas
Dan menyumpalnya dengan sebatang lisong
Matanya menatap tajam pada serentetan kata
Yang telanjang akan makna

III
Aku heran dengan negeri berjuta kalut
Lahan mati untuk ditanami
Cabai, timun, bawang, menolak hidup
Sawit mencoba bertahan
Tapi kudapati mentahnya di negeri tetangga
Apa salah negeriku?

IV
Ia kembali menyambar gelas
Kahwanya mulai dingin
Benar-benar; sial

Sang Kahwaji
4 Maret 2014
Lien
Note : Reblog dari kotakkatakita.wordpress.com


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!