Perihal Merah

Telingaku sudah begitu panas
Mendengar segala bebal hidupnya
Aku memilih diam
dan melupa

Pada sofa merah yang memudar
Kembali terkenang
segumpal bercak kasih
yang kita tuai
hingga memudar; warna.

Goresan itu begitu dekat
Menyayat hati terdalam
Berbekas dusta
dalam air liurnya

Pada seprai merah yang kusut
Kembali kubercerita tentang rindu
yang menggebu pernah singgah
dan tidur di atasnya

Pada jam tangan merah
Aku menghitung mundur
Setiap detik yang terlewat
Mengharuskan ku tuk terjaga;
Sudahi mimpimu Lien!

"Kotak Kata, 13 Maret 2014"
Lien


Note : Reblog dari kotakkatakita.wordpress.com


Sumber foto: www.google.com

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!