Wanita
itu tetap menunggu. Di sela-sela penantiannya, semua memori tentang lelaki itu
terus mengalir dalam darahnya. Tak pernah berhenti seiring waktu berjalan tanpa
pegangan. Air itu ijut turun di sela-sela matanya dan membasahi pipi agak
keriput itu. Ia kembali membuka lembaran foto demi foto, menatap sepasang
kekasih memakai baju adat dalam acara kawinan kata2 orang2.. ya.. ia menatap
kelam, air matanya sempat terjatuh sebelum sempat disekanya. Tampak bayi-bayi
mungil. Kemana lelaki itu?
Wanita itu tetap menunggu dalam rindu.
***
Wanita
itu kembali merindu dalam ingatan, lelaki itu tak kunjung datang menjemputnya.
Tak ada kabar yang dapat melegakan segala kegundahan hatinya. Ia kembali
menatap album kenangannya. Sepucuk surat tentang mereka tampak terlipat di atas
meja kayu cokelat itu. Berisi kasih sayang mereka. "aku mengirimkan surat ini agar tukang pos
cemburu padamu" kalimat itu sempat terbaca olehku. Wanita mana tidak
berbunga-bunga, dikirimkan seuntai kata yang puitis. Tapi kemana kata-kata itu
sekarang? lelaki itu pergi tanpa kata!
"18 November 2013"
0 komentar:
Posting Komentar