Maryati, gadis Lhoksukon

Kumasuki ruangan pengadilan itu, pintu terbuka lebar dan kudapati pecahan-pecahan keramik berserakan. Ada yang memecahkan lantai ini, sepertinya. Siapa? Tak tahu, mungkin juga para pendemo yang sedang menuntut keadilan agar segera mengungkap kasus Maryati -gadis Lhoksukon yang ditemukan mati di rumahnya sendirian. Katanya bunuh diri, tapi orang tuanya tetap tidak terima dan meminta kasus itu diusut sampai tuntas.

Aku berjalan di atas pecahan keramik, kakiku berjalan pelan, takut-takut salah satu pecahan akan menembus sepatuku yang mulai haus ini, kulihat tiang-tiang masih terpacak seperti biasa, tak ada yang berubah, hanya lantai dan ruang yang berdebu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!