Pesan Penutup Cerita
5 tahun yang lalu
Kumasuki
ruangan pengadilan itu, pintu terbuka lebar dan kudapati pecahan-pecahan
keramik berserakan. Ada yang memecahkan lantai ini, sepertinya. Siapa? Tak
tahu, mungkin juga para pendemo yang sedang menuntut keadilan agar segera
mengungkap kasus Maryati -gadis Lhoksukon yang ditemukan mati di rumahnya
sendirian. Katanya bunuh diri, tapi orang tuanya tetap tidak terima dan meminta kasus itu
diusut sampai tuntas.
Aku berjalan di atas pecahan keramik, kakiku
berjalan pelan, takut-takut salah satu pecahan akan menembus sepatuku yang
mulai haus ini, kulihat tiang-tiang masih terpacak seperti biasa, tak ada yang
berubah, hanya lantai dan ruang yang berdebu.
Selasa, Desember 24, 2013
|
Label:
Alkisah
|
0 komentar:
Posting Komentar