Aku (bukan) anak negara? Lantas?

Aku (bukan) anak negara? Lantas?
23 November 2013

Azan subuh tadi tak mengisyaratkan keganjilan apapun pada negaraku. Aku kembali membaca berita memerhatikan deretan kata itu "Dua anak cukup, anak ketiga tidak dianggap sebagai anak negara, tak ada jaminan asuransi". Kakiku tersentak menyepak meja yang sedang kududuki. Terdengar suara pecahan dan bercak darah mengalir. Sial!

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!