Sial! Darah lagi
Sial! Darah lagi
23 November 2013
Kota Banda Raya berdebu sore hari. Beberapa bercak
merah menempel di dinding rumah. Baru saja terjadi pembunuhan, sepertinya. Aku
mendengar Laila menjerit dari dalam rumah. Apa yang terjadi? Suara pukulan
terjadi beberapa kali. Tampak lelaki tua keluar dari rumah itu membawa sebatang
besi bercecer darah dengan wajah sangar dan tanpa baju. Tangisan Laila semakin menjadi-jadi.
Langit ikut bertanya dengan beberapa dentuman,
tangisan laila kini diwakili oleh langit, Perlahan langit menangis. Bercak
merah di dinding rumah itu mulai terhapus oleh air mata sang langit. Kota
kembali sepi. Kendaraan di jalanan banyak yang menepi di bawah emperan toko-toko.
Laila terduduk di ambang pintu. Wajahnya yang putih mungil terdiam menatap
langit yang pekat.
Aroma bangkai semakin menyeruak tersebar di udara.
Selasa, Desember 24, 2013
|
Label:
Cerita mini
|
-
Pesan Penutup Cerita5 tahun yang lalu
-
Sahabat Lama6 tahun yang lalu
-
2 QASIDA 1 KICAU BUL-BUL8 tahun yang lalu
-
Amsal Kau dan Aku10 tahun yang lalu
-
Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi11 tahun yang lalu
-
Ritus Menghakimi11 tahun yang lalu
-
0 komentar:
Posting Komentar