-(tidak) klise!-
kau
tahu?Aku tak sempat melihat senjaku sore ini, Aku sedang berada di atas
jembatan Lamnyong, ya.. Aku menjemput Diana, sebenarnya aku sangat lelah dan tak kuat dengan keramaian
jalan yang sangat membuatku sesak, terkadang trauma itu muncul ketika setang
hondaku berdekatan dengan honda lainnya. Ah, lupakan,. aku tak mau mengingat
kenangan buruk itu. Biarlah menjadi catatan seorang pelupa saja.
Kembali pada
Diana, malam ini air mataku sempat menetes seusai melipat sajadah, mungkin
karena aku tak sempat melihat senjaku atau banyak hal yang sedang kupikirkan
sekarang, kami (Aku dan diana) makan bersama di kamarku, kami bercerita banyak,
tak seperti biasanya diana cerdas malam ini, aku bertanya padanya
"coba hayalkan, kamu benci sekali dengan seseorang
dan kamu ingin membunuhnya, pembunuhan bagaimana yang kamu inginkan?" aku
sangat bersemangat..
"janganlah bunuh dek, dosa nantik" diana
menolak membunuh
"gpp, misalkan aja, ini fiktif belaka, pakek
pisaulah, senapan, racun" Aku menanti sebuah jawaban
"pakek kata-kata aja" Diana tampak
berpikir keras.
"harus sampek mati, gimana kronologinya?
kembali aku yakinkan Diana agar segera menjawab.
"Ish.. adek ni ngeri x, habes dr mana dlu? Ini
kalo cerita di depan anak2 dh pada kabur semua"
"jawab terus, adalah dari kuburan tadi
haha" Aku menjawab ngasal
"kalo pakek kata-kata nantik kita fitnah dia,
troa dia bunuh diri"
"Kalau dia gk bunuh diri? karena dia pun tkg
fitnah, hayo.."
"dia fitnah org lain, troa org lain yang bunuh
dia"
"ishh mantap tu, jadi membunuh melalui tangan
orang lain, cerdas.." Aku memetikkan jempol dan jari tengah, senyumku
mulai mekar kembali.
Diana cerdas malam ini.
0 komentar:
Posting Komentar