Senja dalam riak air!

Senja dalam riak air!
oleh lina sundana
20 November 2013

Suasana langit tampak lengang sore ini, kawanan burung yang biasa melintasi atap bumiku tak nampak satu ekor pun. Awan pun enggan menghiasi langit yang kosong. Pertanda bala apa semacam ini? Apakah ada seseorang yang mencuri awanku? atau kau yang menembaki burung-burung itu? Tapi tak apa, aku sedang menanti senjaku. Aku tak peduli hal lain. Bola mataku terus meraba-raba sekitarku, Aku terhenti memandangi seorang lelaki yang sedang berdiri di bawah jembatan Lamnyong. Ia diam mematung menatap riak air yang keruh. Sedang apa dia? pikirku. Adakah seseorang yang ia tunggu?

Aku mengambil secarik kertas dari dalam tasku. Kujadikan alas duduk di atas semen kasar ini. Tanganku bergelayut pada tiang-tiang jembatan. Kubiarkan angin sore ini menerpa tubuh mungilku, sesekali kuhirup dalam-dalam aroma kesepian diri ini. Kakiku menari-nari lepas di atas angin. Bebas! Itu yang terpikir di benakku. Langit mulai berubah warna kemerah-merahan. Hatiku bahagia dapat menilik senjaku sore ini. Tapi batinku merisik pelan di telinga ini. Lelaki itu tampak kelelahan dan badannya terhuyung-huyung. Hati-hati! Batinku memekik keras.




0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!