Cerita Nenek dan Periuk
Kegelapan subuh membuatku meraba jalanan sepi berpagarkan Pohon Asam Jawa. Tungkob,sepanjang jalanan pulang pandanganku tak pernah lepas dari pemandangan sekitar. Aku melihat sebuah toko, di rak depannya bertengger periuk merah tanah liat. Ingatanku mengulang kembali saat Nenekku masih di sini, bersamaku. Aku merindu kampung dan Nenek. Nenekku seorang master dalam pembuatan periuk. Tanah liat yang diambil dari sawah lalu diinjak-injak diberi sedikit air agar lembut setelah itu baru diolah, dibentuk agar menjadi periuk dsb, jika proses pembakarannya, Nenekku meletakkan batang pisang pada bagian bawah selanjutnya batang bambu dibelah dua di atasnya, lalu kulit kelapa barulah diletakkan periuk dan diberikan jerami di atasnya. Batang pisang juga disusun mengelilingi susunan tadi. Selesai pembakaran jadilah periuk yang sama kulihat di rak itu. Nenekku spesialis periuk. Ia mengajariku banyak hal. Tidak hanya itu!
-
Cerita Nenek, 311213, LS-
Rabu, Januari 08, 2014
|
Label:
Alkisah
|
-
Pesan Penutup Cerita5 tahun yang lalu
-
Sahabat Lama6 tahun yang lalu
-
2 QASIDA 1 KICAU BUL-BUL8 tahun yang lalu
-
Amsal Kau dan Aku10 tahun yang lalu
-
Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi11 tahun yang lalu
-
Ritus Menghakimi11 tahun yang lalu
-
0 komentar:
Posting Komentar