Jarak (bukan) berarti tidak merindu
Apakah gerangan yg membuat hatimu memerintahkan matamu supaya berair?
-Mataku tak berair tapi hatiku saja yang sedang bersedih
Benar katamu. Tak selamanya mata berair walaupun hati bersedih
-Aku merindukanmu. Apakah salah jika aku merindu?
Kita berpisah bukan untuk tidak saling merindui. Tapi kita merengkuh kesuksesan sambil merindui semua kenangan kita
-Lihatlah pada kanvas malam. Aku menitipkan rindu pada purnama malam ini, untukmu.Semoga kamu merasakannya. Kau tahu? Tadi aku sempat kehilangan bayangan rembulan, ternyata awan hitam nakal tadi yang menyembunyikannya di balik gelap.
Purnama boleh saja bersembunyi darimu.Tapi tidak dariku. Laksana seorang sahabat yang dapat memahami air mata yg terbalut sempurna dalam senyuman
-Malam ini keluang berbisik manis di telingaku, mengabarkan bahwa hati ini tak jadi bersedih. Semua ingatan tertuju padamu. Pada kenangan kita.
Sedih bahagia hakikatnya tak berkait hati.Seandainya semilir rasa tak menggoda jiwa
-Apakah kau merasakan hal yang sama denganku? Aku memilih rindu mengantarkan tidurku malam ini. Semoga kau mengaminkan doaku.
Tak lah patut hamba tak berdaya mendahului yang maha berdaya, seandainya mimpi mempertemukan kita , niscaya terjawab segala risau di jiwa.
-semoga mimpi itu datang menyerupai rindu.
Andaikata rindu menyerupai mimpi
-tidakkah kau mengaminkan doaku?
Terkadang aamiin berupa jeritan hati. Berdansa pilu memelas ridha-Nya. Agar tersempurnanya penghambaan. Tidahkah cukup jeritan hati menghadap hadhirat tuhan?
-Aku adalah hanya hamba yang penuh harap. Malam semakin larut saja, purnama masih tersenyum untukku. Adakah kau juga tersenyum? Aku menangkap senyuman tipis itu. Semoga tidurmu nyeyak malam ini. Jika ada nyamuk yang berani menyusup, katakapan padaku, Kuambil pedang dan kutebas pada nadinya
Tak perlu dikau mubazirkan ketajaman pedang pada seekor nyamuk. Toh darah dosaku yg dia ambil. Semoga darahku tersucikan agar jiwaku terbebaskan dari dosa yang melekat begitu jg dengan kau kau.
-Aku semakin melihat rindu yang mendalam. Semoga waktu mempertemukan kita di kemudian hari. Aku aminkan sendiri doaku.
Aku juga ikut mengaaminkannya.Terpaksa ku ungkapkan jeritan hati ini. Supaya dikau berbuahkan keyakinan. Seandaikan dikau yakin dengan jeritan hatiku.Kata aamiin dariku tetaplah sebuah jeritan hati
-Aku percaya padamu
Tak terperi amuk jiwa akan rasa puas. Mendengar kata lembut hatimu akan sebuah kata kepercayaan
-Wahai hati yang bernama jujur. Malam ini aku ingin berbahagia bersamamu.Guruku. Jauhkan kami dari ketakutan dan kejahatan dunia. Jagalah guruku ini. Aku menitipkan rindu di balik purnama, semoga kita dapat menemukannya. Semoga.
Aku yakin akan amanatnya purnama.Tak usah kau ragukan rindumu tak tersampaikan.Tunggulah. Rinduku padamu ku titipkan pada segenap bintang malam. Kala purnama beranjak jadi sabit.Segenap bintang menaburi lengkungan langit. Saksikanlah! Rinduku. Menerpamu dari segala penjuru. Untuk muridku. Penerus generasi
"Aku dan Guruku (AM)"
Selasa, Februari 11, 2014
|
Label:
Bermain kata,
sajak
|
-
Pesan Penutup Cerita5 tahun yang lalu
-
Sahabat Lama6 tahun yang lalu
-
2 QASIDA 1 KICAU BUL-BUL8 tahun yang lalu
-
Amsal Kau dan Aku10 tahun yang lalu
-
Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi11 tahun yang lalu
-
Ritus Menghakimi11 tahun yang lalu
-
0 komentar:
Posting Komentar