Ketukan

Sebelum ayam berkokok, ketukan itu yang dahulu membangunkanku. Hanya ketukan. Tidak ada sapaan atau panggilan. Saat aku mencoba membuka kedua mata, suara itu tiba-tiba meredam di balik daun pintu dan saat aku ingin memastikan siapa yang mengetuk? -Tak ada siapa-siapa. Perlahan dengan keseimbangan tubuh yang masih terpapah, aku mengitari koridor dan mengecek setiap kamar. Semua kamar masih gelap, pertanda belum ada yang terbangun -sepertinya. Aku melupakan ketukan tadi dan berjalan menuju kamar mandi di ujung koridor. Masih sepi, sunyi dan air yang dingin.

Hari esok terus begitu. Ketukan itu lagi tanpa gedoran sedikit pun.

"12 Maret 2014"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!