Jalan (yang) Bernama Ingatan

Sepanjang jalan ingatan. Kutemukan pecahan kaca yang berserak penuh. Tiang-tiang yang mulai miring. Tak ada alas kaki dalam ingatan. Berjalan mundur dengan mata tertutup dan menahan sakit. []

"11 Maret 2014"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Nan Lon Lina Sundana!